Sebagai salah satu ruangan yang paling vital di dalam rumah maupun bangunan lainnya, menentukan konsep dan jenis dapur memang sebaiknya dipikirkan dengan baik terlebih dahulu. Sebab, di ruangan inilah aktivitas memasak, menghabiskan waktu bersama keluarga, hingga bahkan makan bersama dilakukan.
Namun dapur juga bukanlah hanya tempat memasak di rumah. Dalam industri yang lebih profesional seperti industri FNB, setiap jenis-jenis dapur sendiri memiliki spesifikasinya masing-masing. Bukan hanya konsep, bahkan sampai material lantai dapur yang akan dipasang nantinya juga biasanya sudah ada standarnya.
Nah, bagi Anda yang belum tahu, berikut beberapa jenis dapur yang cukup umum ditemui.
Memahami Beberapa Jenis Dapur di Dunia Kuliner Profesional
Mendesain sebuah dapur yang tidak hanya fungsional, namun juga efisien dan sesuai dengan konsep tentu bukan pekerjaan yang mudah. Belum lagi, banyak juga kalangan yang memasukkan elemen Feng Shui untuk rumah agar peruntungan dan suasana di dalam rumah atau sebuah tempat usaha bisa lebih seimbang.
Lalu, dapur seperti apa yang sebaiknya Anda pilih? Langsung saja, berikut beberapa jenis dapur yang perlu Anda ketahui sesuai dengan manfaatnya.
1. Hot Kitchen

Jenis dapur pertama yang perlu Anda ketahui adalah hot kitchen. Dapur satu ini sering ditemui di restoran maupun hotel. Seperti namanya, dapur ini menjadi tempat utama untuk menyiapkan hingga mengolah makanan utama atau hidangan panas.
Beberapa perlengkapan utama yang paling sering ditemui di dapur ini adalah kompor, oven, alat grill, dan beberapa lainnya yang berfungsi untuk memasak ikan, daging hingga sayuran yang membutuhkan proses pemanasan agar masakan matang sempurna.
Pada dapur professional, teknik memasak yang digunakan di dapur ini sangat beragam. Oleh karenanya, segala peralatan hingga jenis pencahayaan dapur harus benar-benar memadai.
2. Cold Kitchen

Berbeda dengan dapur pertama tadi, dapur ini berfokus pada kebutuhan makanan yang dihidangkan dalam keadaan dingin. Contoh makanan tersebut adalah desserts, appetizer, hingga sup dan salad.
Para koki atau pekerja yang berkecimpung di dapur ini harus memahami pemilihan bahan segar, presentasi visual, hingga teknik dan kreativitas yang di atas rata-rata. Salah satu perangkat yang paling banyak ditemukan di dapur ini adalah mesin pendingin dan chiller.
3. Butcher Kitchen

Sebagian dari Anda mungkin masih merasa asing dengan jenis dapur satu ini. Butcher kitchen memiliki fungsi spesifik untuk mengolah makanan yang bahan bahan utamanya adalah protein hewani, baik ikan, ayam maupun daging.
Prosesi yang dilakukan di dapur ini mulai dari proses pemotongan, pembersihan daging, hingga persiapan dan penyajiannya. Oleh karena itu, tidak heran jika mereka yang bekerja di dapur ini kebanyakan adalah laki-laki.
4. Pastry Kitchen

Seperti namanya, fungsi utama dari jenis dapur ini adalah untuk tempat membuat pastry dan kue. Biasanya, kedua makanan ini disajikan sebagai makanan penutup, sehingga rasanya lebih dominan dan segar. Bahan-bahan utama yang paling dibutuhkan untuk operasional dapur ini adalah gula, tepung, margarin, telur dan lainnya.
Selain oven, mixer dan mesin pendingin juga merupakan peralatan yang wajib ada di sini. Para pekerja atau chef yang bekerja di sini juga dituntut untuk memiliki kreativitas tinggi agar bisa menghasilkan makanan yang tidak hanya nikmat, tapi juga indah dipandang.
5. Display Kitchen

Jenis dapur ini merupakan tempat yang harus selalu terlihat cantik, rapi dan harum aromanya. Sebab memang, display kitchen merupakan dapur yang dirancang untuk memajang makanan-makanan yang disediakan.
Dengan begini, pengunjung bisa langsung melihat secara leluasa makanan apa saja yang bisa dipesan, dan menilai sendiri setiap makanan tersebut apakah sesuai dengan seleranya atau tidak. Namun, belum semua restoran atau hotel memiliki dapur satu ini.
6. Satellite Kitchen

Jika Anda tidak berkecimpung di dunia kuliner, mungkin sebagian besar dari Anda belum pernah mendengar nama satellite kitchen. Sederhananya, satellite kitchen merupakan dapur tambahan yang letaknya berbeda atau berdekatan dengan dapur utama.
Fungsi utama dari dapur ini adalah untuk melayani tamu atau area khusus dari hotel atau restoran. Misalnya untuk melayani kamar tamu, ruang pertemuan tertentu, dan lain sebagainya. Adanya dapur ini sangat membantu untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa harus mengganggu operasional di dapur utama.
7. Fast Food Kitchen

Sedangkan jenis dapur yang terakhir adalah dapur cepat saji fast food kitchen. Seperti namanya, dapur ini berfungsi untuk membuat makanan dalam waktu singkat, dan biasanya dalam jumlah yang besar pula. Untuk bisa melakukan tugas tersebut, maka semua pekerja di dapur ini sudah memiliki tugas spesifiknya masing-masing.
Misalnya ada yang bertugas mengupas dan memotong bahan makanan, melakukan plating, dan lain sebagainya. Makanan yang disajikan di dapur ini biasanya berasal dari bahan yang sudah di pre-cooked. Jadi, proses memasaknya kembali ketika pesanan masuk bisa dilakukan dalam waktu singkat.
Nah, itulah beberapa jenis dapur yang cukup umum dijumpai di Indonesia. Seperti yang sudah disebutkan tadi, setiap jenis dapur memiliki fungsi utamanya masing-masing, jadi jika Anda tertarik untuk berkecimpung di dunia FnB, sebaiknya jangan memaksakan untuk menjadikan operasional di dapur tadi dalam satu dapur saja.
Tidak hanya itu saja, dapur professional yang sudah disebutkan jadi juga membutuhkan cara merawat dan membersihkan yang juga profesional. Selain pembersihan rutin setiap hari, dapur-dapur tadi juga biasanya membutuhkan deep cleaning yang harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu, ditambah lagi dengan perawatan tambahan yang tidak kalah penting.