Ok, kali ini coba kami bahas mengenai salah satu material kitchen set lagi ya, yaitu mengenai bahan stainless steel. Bisa dibilang ini adalah salah satu material yang khusus dipakai untuk dapur dengan skala industri maupun hunian modern.
Jarang ada rumah hunian lama yang menggunakan kitchen set dari bahan besi stainless ini. Padahal, pemahaman tentang tipe dan jenis stainless steel sangat penting agar Anda tidak salah memilih material dapur.
Stainless Steel Adalah?
Stainless steel bukanlah baja biasa. Secara singkat, bahan stainless steel adalah baja tahan karat yang kuat dan tahan lama.
Itu definisi sederhana dari kami, bukan definisi akademis yang dipakai dalam dunia industri. Jika merujuk pada Wikipedia, stainless steel adalah:
Stainless steel is a family of iron-based alloys that contain a minimum of approximately 11% chromium, a composition that prevents the iron from rusting, as well as providing heat-resistant properties.
Atau terjemahan bebasnya, stainless steel adalah keluarga besi baja paduan yang mengandung minimal sekitar 11% kromium. Komposisi ini mencegah besi dari karat serta memberikan sifat tahan panas.
Kita nanti akan gali lebih dalam lagi mengenai kelas stainless steel yang memiliki komposisi paduan bahan berbeda. Perbedaan tingkatan stainless steel ini berakibat pada karakteristik besi stainless yang dihasilkan.
Selain harus mengandung kromium minimal 10,5 persen, campuran stainless steel lain bisa berasal dari molibdenum, nikel, titanium, aluminium, tembaga, hingga nitrogen. Penggunaan bahan ss ini juga sering kita temui saat memilih perlengkapan dapur seperti kitchen sink stainless.
5 Jenis Stainless Steel Berdasarkan Kategori

Secara umum, terdapat 5 jenis stainless steel yang perlu Anda ketahui dalam dunia metalurgi. Minimal Anda tahu macam macam stainless steel mana yang memiliki kualitas tinggi.
Hal tersebut akan sangat berguna saat Anda mengerjakan proyek interior design atau memilih furnitur dapur. Berikut adalah beberapa kategorinya:
1. Austenitic
Jenis stainless steel ini terdiri dari bahan utama 16% kromium, 7% nikel, dan nitrogen. Tingkat ketahanan korosi pada jenis ini jauh lebih baik dibandingkan tipe ferritic.
Ada dua kategori utama dari jenis austenitic, yaitu seri 300 dan seri 200. Seri 300 menawarkan ketahanan lebih tinggi, namun harganya relatif lebih mahal dibanding seri 200.
2. Ferritic
Penyusun jenis ferritic adalah kromium (10,5%-29%), molibdenum, aluminium, titanium, dan sedikit nikel. Meskipun tidak setahan austenitic terhadap korosi, jenis ini masih lebih baik dibanding martensitic.
Beberapa grade ss yang termasuk kategori ferritic adalah seri 400 seperti 405, 409, 430 grade stainless steel, 434, 439, 444, dan 446.
3. Martensitic
Martensitic memiliki kandungan 10,5%-18% kromium, 2% nikel, serta kadar karbon yang cukup besar. Kandungan lain meliputi molibdenum, niobium, silicon, hingga vanadium.
Meski kurang tahan terhadap korosi, jenis stainless ini dikenal sangat kuat dan keras. Tipe seperti 403, 410, 414, 416, 420, 431, dan 440 masuk dalam kategori ini.
Baca juga: Kitchen Set Stainless Steel
4. Duplex
Jenis duplex merupakan gabungan sifat unggul dari austenitic dan ferritic. Material ini memiliki ketahanan korosi yang sangat baik sekaligus struktur yang kokoh.
Bahan ini sering dipakai untuk industri petrokimia, kertas, hingga komponen kapal. Duplex terbagi lagi menjadi lean duplex, standard duplex, dan super duplex.
5. Precipitation Hardening
Kombinasi optimal dari sifat austenitic dan martensitic ada pada jenis ini. Tipe ini menawarkan kekuatan mekanis yang tinggi serta tahan terhadap karat.
Contoh material yang masuk dalam seri ini adalah AISI 17-4 PH atau biasa dikenal sebagai AISI 360.
Tipe dan Seri Grade Stainless Steel Populer

Untuk memudahkan Anda memahami daftar tipe stainless steel di pasaran, berikut adalah penjelasan mengenai beberapa jenis yang paling sering dijumpai sehari-hari.
Material Stainless Steel 304
Material stainless steel 304 masuk dalam kategori food grade yang sangat aman untuk makanan. Kode 18/8 atau 18/10 menandakan kandungan 18% kromium dan 8-10% nikel.
Sifatnya sangat anti karat sehingga banyak dipakai di industri restoran, hotel, hingga fasilitas medis. Jenis ini sering dianggap sebagai jenis stainless steel terbaik untuk peralatan masak dan area persiapan makanan.
SS 316
Tipe SS 316 memiliki kandungan kromium 16% dan nikel 10%. Tambahan elemen molibdenum (Mo) membuatnya tahan terhadap korosi pitting atau korosi sumuran.
Seri ini sangat cocok untuk komponen mesin, keran, serta alat industri yang sering bersentuhan dengan zat kimia atau air laut.
430 Stainless Steel
Jika pernah mendengar istilah monel, seri SS 430 stainless steel ini adalah salah satu contohnya. Kandungan kromiumnya mencapai 18%, namun kadar nikelnya sangat kecil yaitu sekitar 0,75% (komposisi 18/0).
Karena kadar nikel yang rendah, daya tahan korosinya tidak sekuat seri 300. Bahan 430 stainless steel cookware atau peralatan dapur dari seri ini biasanya bersifat magnetis dan lebih terjangkau.
SS 201
SS 201 sering dijadikan alternatif bahan kitchen set karena harganya yang lebih terjangkau. Namun, ketahanan korosinya berada di bawah seri 304.
Maka dari itu, pastikan Anda menanyakan kepada jasa kitchen set mengenai jenis grade ss yang digunakan agar sesuai kebutuhan.
304 vs 430 Stainless Steel: Perbandingan dan Status Food Grade

Banyak orang bertanya mengenai 304 vs 430 stainless steel atau sus 430 dan 304 bagus mana. Perbedaan stainless 430 dan 304 terletak pada kadar nikel dan daya tahan karatnya.
Lantas, stainless 430 apakah food grade? Seri 430 tergolong aman untuk makanan (food grade), namun kurang tahan terhadap asam tinggi atau kelembapan ekstrem dibanding 304.
Oleh sebab itu, untuk permukaan kerja utama dapur atau tempat cuci piring seperti pada pilihan kitchen sink stainless steel atau ceramic, material 304 tetap menjadi standar emas yang paling direkomendasikan.
Perbedaan Stainless 201 dan 304: Mana yang Harus Dipilih?
Mengenai perbedaan stainless 201 dan 304, keputusannya tergantung pada anggaran dan lokasi penggunaan. Untuk pembuatan area basah seperti top table kitchen set, sangat disarankan menggunakan grade 304.
Namun, jika Anda ingin menghemat anggaran pada bagian rangka kering, Anda bisa memilih menggunakan bahan semi stainless steel atau SS 201. Menyesuaikan material dengan elemen lain seperti countertop dapur juga membantu menciptakan dapur yang kokoh.
Semoga artikel tentang jenis dan tingkatan stainless steel ini bermanfaat. Memilih material yang tepat adalah investasi jangka panjang untuk dapur rumah Anda.
Bukan hanya bagi pemilik rumah, penyedia jasa interior juga perlu memahami karakteristik setiap bahan stainles ini. Tetap pelajari literatur ilmu metalurgi agar mendapatkan wawasan teknis yang lebih mendalam.