Untuk membuat kitchen set, material yang digunakan tidak harus selalu menggunakan kayu. Saat ini tersedia berbagai pilihan material yang dapat digunakan untuk membuat maupun melapisi kabinet dapur. Di mana, masing-masing material tersebut memiliki karakteristik dan tingkat ketahanan yang berbeda satu dengan yang lainnya.
Memilih bahan kitchen set sebaiknya tidak hanya berdasarkan tampilan. Banyak hal yang perlu Anda pertimbangkan seperti kondisi dapur, intensitas memasak, paparan air dan panas, dan kebutuhan penyimpanan dan jangan lupa untuk disesuaikan juga dengan anggaran Anda.
Rekomendasi Material Kitchen Set Selain Kayu
Kayu dan produk turunannya memang masih banyak digunakan dalam pembuatan kitchen set. Namun, sebagai tempat yang sering kena air dan bahan masakan, kitchen set dari kayu rawan lapuk. Maka, Anda bisa mempertimbangkan material lain untuk menjadi alternatif. Berikut beberapa di antaranya:
1. High Pressure Laminate (HPL)

HPL atau High Pressure Laminate merupakan material berbentuk lembaran. Biasanya digunakan sebagai pelapis permukaan furniture. HPL dibuat melalui proses tekanan dan suhu tinggi pada beberapa lapisan material yang diberi motif dekoratif. Karena berfungsi sebagai finishing, HPL biasanya diaplikasikan pada material dasar.
Salah satu keunggulan HPL adalah pilihan desainnya yang sangat beragam. Material ini dapat digunakan untuk menghadirkan tampilan minimalis, modern, hingga motif kayu tanpa harus menggunakan kayu solid sebagai lapisan terluar. HPL juga relatif mudah dibersihkan dan cocok digunakan pada berbagai bagian furniture dapur.
Adapun kekurangan HPL adalah daya tahannya. HPL bukan material yang sepenuhnya tahan terhadap panas ekstrem. Karena itu, bagian yang berdekatan dengan kompor perlu dirancang sedemikian rupa. Selain itu, pemasangan HPL membutuhkan ketelitian agar bagian tepi dan sambungannya terlihat rapi. Jika pemasangan kurang baik, lapisan dapat mengelupas.
2. PVC Board

PVC board merupakan material berbasis Polyvinyl Chloride. Material ini dapat digunakan sebagai alternatif untuk pembuatan kitchen set. Karakternya ringan dan tidak mudah menyerap air, sehingga cocok digunakan pada area yang memiliki tingkat kelembaban cukup tinggi seperti dapur. Jadi, tidak heran jika PVC banyak dipertimbangkan ketika memilih kitchen set.
Selain ketahanannya terhadap kelembaban dan kemudahan dalam perawatan, material ini juga tidak menjadi sumber makanan bagi rayap. Bobotnya yang relatif ringan juga membuat PVC board cukup praktis untuk diaplikasikan pada kitchen set. Material ini dapat menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang menginginkan kitchen set dengan perawatan sederhana.
PVC tidak cocok untuk digunakan pada area yang terpapar sinar matahari tinggi. Begitu juga dengan sumber panas seperti kompor, oven dan semacamnya. Pastikan Anda meletakkan kitchen set PVC pada jarak yang aman. Selain itu, kualitas PVC board sangat beragam, jadi jangan hanya mempertimbangkan harga saat memilih material.
3. Decosheet

Decosheet merupakan material pelapis yang memiliki karakter lebih tipis dan fleksibel dibandingkan HPL. Material ini biasanya digunakan untuk memberikan tampilan dekoratif pada permukaan kitchen set dan dapat diaplikasikan pada bidang dengan bentuk tertentu. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu alasan penggunaan decosheet sebagai finishing interior.
Karakter decosheet yang fleksibel membuatnya relatif mudah diaplikasikan pada permukaan kitchen set dengan detail tertentu. Material ini juga tersedia dalam berbagai pilihan motif dan warna. Dari sisi biaya, decosheet dapat menjadi alternatif finishing yang lebih ekonomis untuk kebutuhan tertentu. Perhatikan kualitas bahan dan teknik pemasangan agar tetap awet.
Karena memiliki ketebalan yang relatif tipis, decosheet perlu digunakan pada kondisi yang sesuai. Paparan panas berlebihan atau gesekan terus-menerus dapat memengaruhi kondisi permukaannya. Material ini juga tidak dapat dianggap sebagai pengganti struktur kabinet. Decosheet hanya berperan sebagai pelapis. Jadi pilih material dasar yang kuat.
4. Aluminium Composite Panel (ACP)

Aluminium Composite Panel atau ACP merupakan material berbentuk panel yang terdiri dari lapisan aluminium dan inti material tertentu. Selain digunakan dalam konstruksi dan arsitektur, ACP kerap digunakan sebagai material alternatif untuk kitchen set. ACP relatif ringan dan tahan korosi, namun sebaiknya penggunaan dan pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli agar presisi.
ACP memiliki tampilan modern, maka cocok diterapkan pada dapur dengan konsep minimalis maupun industrial. Permukaannya juga mudah dibersihkan sehingga praktis untuk area yang sering terkena debu dan kotoran. Karena ACP tahan korosi, maka kitchen set berbahan ACP cocok sekali untuk dapur pribadi maupun profesional.
Perlu diperhatikan, tidak semua jenis ACP memiliki karakter yang sama, terutama terkait inti panel dan ketahanan terhadap panas. Maka Anda perlu mempertimbangkan jenisnya sesuai kebutuhan. Tampilannya yang cenderung modern juga mungkin kurang sesuai bagi Anda yang menginginkan nuansa dapur dengan karakter kayu yang hangat.
5. Stainless Steel

Anda ingin menghadirkan dapur professional di rumah? Kitchen set stainless steel solusinya. Stainless steel merupakan material yang kuat, tahan terhadap korosi, dan relatif mudah dibersihkan. Stainless steel banyak digunakan pada meja kerja, sink, maupun berbagai perlengkapan dapur. Tidak hanya kekuatannya, stainless steel membawa kesan modern.
Salah satu keunggulan stainless steel adalah kemudahan perawatannya. Permukaannya yang tidak berpori membuat sisa makanan dan cairan lebih mudah dibersihkan. Cocok untuk area dapur yang membutuhkan kebersihan tinggi. Selain tahan korosi, kitchen set stainless steel dapat bertahan lama. Namun pastikan perawatannya tepat.
Meskipun kuat, permukaan stainless steel dapat menunjukkan noda sidik jari, bercak air, atau goresan jika tidak dirawat dengan benar. Penggunaan alat pembersih yang terlalu kasar juga dapat membuat permukaannya kehilangan tampilan yang halus.
Material kitchen set selain kayu menawarkan banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan dapur modern. Daripada hanya memilih berdasarkan harga atau tampilan, pertimbangkan karakter material, kondisi dapur, serta kebutuhan penggunaan sehari-hari. Sesuaikan dengan kondisi dapur dan anggaran Anda. Semoga bermanfaat!